Senin, 21 Oktober 2013

Merdu Suaramu, Merdu Hatimu....

Minggu, 22 Januari 2012


Langkahnya terdengar tuk tuk tuk, lalu terdengar petikan nada do do do re mi…
Ia pun berdiri di hadapan para penumpang dan bersuara ini lagu untuk anda semua
“Dalam hitam, gelap malam,
ku berdiri, melawan, sepi…
Disini, di pantai ini,
telah terkubur sejuta kenangan
Dihempas keras gelombang,
yang tertimbun batu karang,
yang tak kan mungkin, dapat terulang…
lalu jepreeeeet putuslah senar gitar yang Ia bawa, dengan santai Ia berkata “maaf  para penumpang alat musik saya ada sedikit masalah, tapi saya akan terus bernyanyi..
Wajah putih, pucat pasi,
tergores, luka di hati
Matamu, membuka kisah,
kasih asmara yang telah ternoda
Hapuskan semua khayalan,
lenyapkan satu harapan
Kemana lagi, harus mencari
Kau sandarkan, sejenak beban diri
Kau taburkan, benih kasih, hanyalah emosi…
selesailah lagu Anggun C Sasmi Ia tembangkan, sungguh merdu suaranya, seisi bis pun hening dan seksama mendengarkannya. Begitu dengan aku, rasanya baru kali ini aku tak tertidur di dalam bis. Mungkin ini efek suara yang merdu bukan sembarang merdu, nyanyi asal nyanyi, tetapi inilah mungkin yang dinamakan menyanyi dari hati…Menakjubkan..
Ia pun bersuara kembali, berhubung masih sekitar 20 menit lagi kita sampai bogor saya akan membawakan sebuah lagu untuk anda, ini lagu terakhir dari saya dalam perjalanan jakarta-bogor kali ini..
Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati telah letih
Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati Oh……..
Bayangmu seakan-akan …
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu oh…
Kau seperti udara yang kuhela kau selalu ada
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu Oh …
Kau seperti udara yang kuhela
Kau selalu ada, selalu ada, dan selalu ada
Yang selalu ada dan selalu ada …
Aku hanya bergumam “woww perfect, perfect”, dengan satu senar gitar yang putus, lagu tetap sempurna nadanya. aku yakin dia bukan sembarang pengamen, suara yang ikhlas, merdu, menyejukan, dan mampu menghipnotis para penumpang untuk sama sekali tetap memandangnya, memperhatikan setiap alunan nada yang ia petikan dari gitarnya. Ia pun bersuara kami, akhirnya kita sampai di Bogor , terimakasih atas perhatiannya, saya mohon maaf  jikalau ada kata-kata, atau sikap saya yang kurang berkenan, semoga kita bisa berjumpa lagi dalam alunan nada yang saya tembangkan. Ia pun mengeluarkan kantong kreseknya dan sambil tersenyum lebar mengulurkannya pada penumpang. Fantastik, luar biasa, semua orang dalam bis antusias mengeluarkan rupiahnya, bahkan para penumpang tidak ragu  mengeluarkan rupiahnya dalam bentuk kertas, bukan rupiah yang bunyinya cring, cring, cring jika bersentuhan satu sama lain.
Ia pun duduk dibangku paling belakang, menaruh gitarnya dan tak segan membantu kondektur untuk menurunkan penumpang. Aku pun menegurnya “permisi Pak suaranya bagus, mantap senar putus pun tetap berdendang tanpa ragu, hasilnya sama saja Pak, malah tambah bagus”. Ia pun menjawab “terimakasih dek, saya hanya menyanyi dengan ikhlas dan hati yang senang, bersyukur kalau suara saya dapat dinikmati dan tidak mengganggu”, jawaban yang menurutku merdu, ternyata bukan suaranya saja yang merdu tetapi hatinya.
to be continued..

(Lupa Email dan Password yg dulu, bikin baru sambil ngubek2 no HP Bapak Pengamen Hebat) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar